Tekno dan Fotografi

Post Top Ad

Post Top Ad

Sunday, July 24, 2016

10:43 AM

Daftar Pokemon Terkuat dan Cara Menangkapnya

Daftar Pokemon Terkuat dan Cara Menangkapnya

Fenomena game Pokemon Go masih terus menjadi bahan perbincangan di tanah air. Bagaimana tidak, selain menghadirkan tokoh nostalgia berupa monster lucu-lucu dan sangar, hadirnya permainan ini juga memperkenalkan gaya baru dalam bermain game.

Pemain atau yang disebut Trainer dalam Pokemon Go, diharuskan untuk terus berjalan demi mengumpulkan satu demi satu pokemon. Nantinya setiap pokemon yang didapat, akan memberikan bonus tertentu berupa 'stardust' dan 'candy'.

Kedua bonus item tersebut lah yang menjadi bahan utama dalam mengembangkan pokemon untuk lebih kuat, sehingga sulit dikalahkan oleh pemain lainnya. Namun tahukah kamu, jika terdapat beberapa pokemon yang menjadi tokoh terkuat dalam serial game ini?

Bersumber dari Tech Times, Jumat (22/7/016), terdapat 18 monster pokemon terkuat yang bisa menjadi andalan Trainer saat bertarung di Gym. Pokemon terkuat itu diantaranya ialah Dragonite, Snorlax, Lapas, Arcanine, Blastoise, Exeggutor, Gyarados, Vaporeon, Slowbro, Venusaur, Flareon, Muk dan Poliwrath.


Daftar Pokemon terkuat dan cara menangkapnya
                                   Daftar Pokemon terkutat - fauziprima.blogspot.com                            Foto: Tech Times
                                       
Pokemon Dragonite, Exeggutor, Lapras dan Slowbro dikenal sebagai monster yang memiliki kekuatan tinggi dari Gen I. Sementara Arcanine, Blastoise, Vaporeon, Venusaur, Muk dan Poliwrath ialah pokemon dengan kekuatan yang cukup tangguh juga, meski tidak setinggi dari Dragonite dan kawannya. Sedangkan Gyarados kemampuannya masih dibawah kelompok pokemon Dragonite dan Arcanine.

Meski begitu, untuk mengukur kekuatan dari masing-masing pokemon tidak lah mudah karena ada hal lain yang dapat menentukan kuat atau lemahnya suatu pokemon. Anda bisa menilainya dari jumlah angka CP (Combat Power), HP (Hit Point), dan level Trainer.

Semakin tinggi angka pada nilai CP, HP dan level, maka pokemon yang tersebut bisa dibilang cukup kuat. Perbandingannya ialah dengan pokemon yang Anda miliki saat ini. Sehingga jika menemui pokemon dengan karakterisitik seperti itu di Gym, sebaiknya Anda berpikir lagi untuk menantangnya bertarung.

Sementara itu cara untuk menangkap pokemon terkuat bisa dengan menggunakan tambahan aplikasi seperti Poke Radar dan Pokevision. Kedua aplikasi itu bisa diandalkan dalam mendeteksi kedatangan pokemon. Di Poke Radar Trainer bisa menyaring jenis pokemon apa saja yang diinginkan.

Sedangkan Pokevision, menampilkan lokasi secara real-time dan menghadirkan timer untuk mengetahui berapa lama pokemon akan ada di lokasi tertentu. Namun sayangnya, Pokevision tidak bisa digunakan untuk menyaring pokemon pilihan seperti pada Poke Radar.

Karena pengguna dari kedua aplikasi tersebut cukup banyak, jadi dapat dimaklumi jika terkadang mengalami gangguan karena server bermasalah. Itu karena, pusat data yang dimiliki kedua aplikasi tersebut tidak mampu menampung jumlah pengguna yang melebihi kapasitasnya.

Meski bisa dibilang berupa cheating, namun kedua cara tersebut layak untuk dicoba. Dengan begitu Anda bisa mendapatkan pokemon lebih banyak dari biasanya. Namun jika Anda memilih untuk bermian fair, tidak ada salahnya juga, sehingga Anda dituntut untuk bersabar hingga mengumupkan semua pokemon di daftar Pokedex. Selamat Mencoba!

Sumber: Tech Times

Wednesday, July 6, 2016

5:55 PM

Panduan Memotret Underwater ala Jenna Martin

Tips Meotret Foto Underwater

Foto underwater saat ini menjadi salah satu ragam fotografi yang cukup digandrungi. Hal itu berkat telah tersedianya gear atau peralatan memotret yang telah memadai untuk digunakan dibawah kedalaman air tertentu. 

Namun, memotret underwater tentunya tidak sama dengan ragam fotografi lainnya yang kebanyakan berlokasi di daratan. Sehingga, untuk melakukannya, diperlukan kesiapan dan trik tertentu untuk menyiasati segala keterbatasan. Untuk mengetahui apa saja persiapan yang harus dilakukan, ada baiknya untuk menyimak tips memotret underwater dari Jenna Martin, seorang fotografer profesional di bidang underwater.

Jenna Martin tinggal di Billing, Montana, Amerika Serikat. Setelah mendapatkan gelar Master di jurusan Rehabilitasi Psikiatri, ia kemudian membuat perubahan yang cukup drastis dengan beralih sebagai fotografer.

Jenna sendiri, telah menggeluti profesi sebagai fotografer selama dua tahun terakhir, dan kini ia telah cukup dikenal dengan karya-karyanya di situs sharing foto iso500px.

Selain mengunggah fotonya, Jenna juga berkesempatan untuk berbagi pengalamannya selama memotret underwater yang dipublikasikan oleh iso500px. Berikut rangkuman tips yang berhasil saya himpun.

Memiliki Pikiran Terbuka

Segalanya berbeda saat berada di dalam air. Contohnya pencahayaan yang mengikuti pola dan dasar-dasar yang berbeda. Pencahayaan di dalam air membutuhkan 6 kali lebih cepat dibandingkan di daratan. Selain itu karena sinyal radio memiliki resiko yang besar di dalam air, pencahayaan biasanya membutuhkan cahaya lebih konstan, menyebar, dengan lampu kilat yang terkoneksi dengan kamera.


Foto: Jenna Martin on iso500px

Selain itu, model yang mejadi objek pemotretan juga harus bisa beradaptasi dengan lingkungan yang memiliki gravitasi rendah dan pakaian yang digunakan pun bisa jadi tampak tidak seperti yang diinginkan saat berada di dalam air. Sehingga membutuhkan pikiran yang terbuka bagaimana cara untuk menghadapi situasi seperti itu.

Memilih Pelindung Yang Tepat

Untuk merasa nyaman saat berada di bawah air, diperlukan housing yang benar-benar bisa melindungi kamera dari kebocoran. Pilihlah housing yang benar-benar ditujukan untuk memotret bukan untuk melakukan perekaman video. Menyewa perangkat yang tahan air mungkin menjadi salah satu solusi seperti kamera aksi GoPro.

Pikirkan Tidak Semua Air Sama

Kamera melihat cahaya secara berbeda dari yang kita lihat. Kolam renang yang berkaporit mungkin akan terlihat jernih di mata kita, namun hal itu terlihat buram di lensa kamera. Sehingga jika saat Anda memotret di dalam air yang jernih, namun terlihat buram saat melihat hasilnya, kemungkinan air tersebut mengandung bahan kimiawi. Menurut Jenna, ia akan menghindari kolam renang yang mengandung kaporit, dan lebih memilih tempat seperti danau, laut, dan kolan air asin yang tentunya jernih.

Eksplorasi Menggunakan Lensa Wide


How to shoot underwater photography
                                                            Foto: Jenna Martin on iso500px

Meski memiliki distorsi, namun menurut Jenna, tidak ada salahnya dengan mematahkan aturan tersebut. Ia mengakui biasa menggunakan lensa dengan jarak fokal 25 mm sehingga bisa mendapatkan objek secara keseluruhan. Selain itu untuk mendapatan background berwarna hitam pekat, ia menggunakan lensa lebar 8 mm dan untuk portrait close-up menggunakan lensa di rentang 40 – 50 mm. Sebagai tambahan ia juga memiliki lensa 85 mm yang digunakannya untuk memotret foto underwater.

Belajar Tenggelam

Salah satu faktor terpenting dalam foto underwater ialah bagaimana untuk berada di bawah air, terutama bagaimana cara untuk bernafas. Menurut Jenna, kunci dalam menyelam di dalam air ialah dengan tidak menahan nafas, namun mengeluarkan seluruh udara. Sebab, semakin sedikit udara yang dimiliki, semakin mudah untuk bermanuver ke dalam air.

Meskipun terdengar cukup sulit, namun hal itu akan terbiasa seiring dengan banyaknya latihan. Namun jika merasa kesulitan, bisa dengan memakai alat bantu seperti perlengkapan menyelam.

Bersabarlah dengan Model

Melakukan pemotretan di bawah air cukup sulit bagi model. Selain karena kondisinya yang berbeda dan menantang, seorang model juga dituntut untuk berpose sebagus mungkin di dalam air. Bagi model yang baru mengawali pemotretan di kondisi seperti ini, biasanya akan memiliki ekspresi yang kurang menyenangkan saat dibawah air.

Cara memotret foto underwater
                                  Foto: Jenna Martin on iso500px

Untuk itu diperlukan waktu untuk memberikan gambaran mengenai pemotretan yang akan dilakukan. Jenna sendiri biasanya memberikan arahan mengenai pose yang akan diperagakan oleh model saat berada di daratan. Sehingga ketika di dalam air, model telah mendapatkan skenario dan siap untuk meragakan pose-pose yang diperlukan.

Belajar Memoret dengan Cepat

Meski kondisi air tidak memiliki suhu yang cukup dingin, namun jika dilakukan selama beberapa waktu, akan merubah tekstur kulit dan make-up model. Terutama dapat menyebabkan tampilan wajah yang pucat. Untuk itu, fotografer dituntut dapat melakukannya dengan cepat sehingga sangat penting untuk mempersiapkan segala sesuatunya sebelum masuk ke dalam air.

Karena setiap pemotretan di dalam air membutuhkan waktu yang singkat, maka Jenna menyarankan agar seorang fotografer untuk melakukan proses post-editing. Hal tersebut dimaksudkan untuk memprbaiki dan membuat foto tampak lebih baik. Sebab di dalam air, fotografer tidak mungkin untuk memeriksa setiap hasil pemotretannya.

Before - After (Foto: Jenna Martin)

*Tulisan ini pernah saya publikasikan di Okezone.com dengan judul "Tips Memotet Foto Underwater ala Fotografer Profesional."