Tekno dan Fotografi

Post Top Ad

Post Top Ad

Wednesday, February 1, 2017

2,5 Juta Akun Xbox dan PlayStation Dibobol Hacker

2,5 Juta Akun Xbox dan PlayStation Dibobol Hacker

Pembobolan informasi pribadi oleh hacker kembali terjadi. Kali ini yang menjadi korbannya ialah pengguna Xbox dan PlaySation Portable (PSP). Sebanyak 2,5 juta akun pengguna perangkat konsol tersebut dibobol pada September 2015.

Dikatakan situs CNet, Rabu (1/2/2017), kabar peretasan Xbox dan PlayStation Portable dilaporkan oleh Troy Hunt yang melacak peristiwa pembobolan tersebut. Hacker menyerang akun pengguna melalui celah di sistem format ISO milik Xbox dan PlayStation.

ISO sendiri merupakan singkatan dari international organization for standardization yang biasanya berisi drive (DVD/CD) dan memiliki gambar dengan ukuran yang besar. Hal itu karena, file ISO tak melalui proses kompresi sehingga mengandung lebih banyak file.

Meski akun pengguna yang dibobol tak menyertakan informasi finansial, data pribadi yang digondol hacker dapat digunakan untuk membobol situs atau akun lain dengan password yang sama dengan yang dibobol peretas.

"Seringkali orang-orang menggunakan password lemah, dan menghiraukan membuat password yang bagus karena berfikir tak menjadi target yang bernilai finansial," kata Mark James, Spesialis Keamanan IT di ESET.

"Segala data memiliki nilai dan akan digunakan kembali untuk tujuan lain. Setiap website (yang membutuhkan proses log-in) seharusnya diperlakukan secara berbeda dan membutuhkan password yang berbeda. Jika perlu menggunakan penggabungan username," imbuhnya.

Menambah Kasus Pembobolan Akun

Kasus pembobolan ini menambah daftar serangan hacker yang cukup besar selama periode 2013 hingga 2015. Pada 2013, mantan raksasa internet Yahoo! melaporkan adanya peretasan sebanyak 1 miliar akun pelanggannya.

Insiden tersebut baru terungkap pada Desember 2016 kemarin. Padahal sebelumnya, pada 22 September 2016 perusahaan yang dinahkodai oleh Marissa Mayer itu baru saja mengumumkan pembobolan data pribadi pengguna Yahoo! sebanyak 500 juta akun.

Serangan 'ganas' tersebut terjadi pada tahun 2014. Akibatnya, data pribadi pengguna Yahoo! seperti alamat e-mail, nama, nomor telepon, tanggal lahir dan password, berhasil dicuri oleh hacker yang masih belum diketahui pasti dari kelompok mana.


Sumber: CNet (Foto: Venture Beat)