Tekno dan Fotografi

Post Top Ad

Post Top Ad

Wednesday, October 19, 2016

10:26 PM

Perkenalan OS Tizen Melalui Samsung Z2


Samsung baru saja meluncurkan smartphone terbaru berjuluk Samsung Z2 di Jakarta pada Rabu (19/10/2016). Ponsel ini menjadi debut pertama bagi OS Tizen untuk memperkenalkan diri ke khalayak di Indonesia.

Samsung Z2 memiliki desain cukup ringkas karena ukurannya yang hanya berdimensi 4 inchi. Dibandingkan gawai pintar saat ini yang kebanyakan mengusung layar 5 inchi, ponsel seukuran tersebut bisa dibilang cukup mini.

Jika menengok ke samping kanan, di sana terdapat sebuah tombol fisik yang berfungsi sebagai tombol daya. Sementara di seberang kirinya, dapat ditemukan sebuah tombol volume.
Untuk di bagian atas Samsung hanya menyediakan sebuah port yang berfungsi sebagai penyambung jack audio untuk mendengarkan musik. Di bagian bawahnya, masih memiliki desain minimalis dengan hanya menyertakan port USB sebagai pengisian daya.

                                 Samping kanan Samsung Z2/Moch. Prima Fauzi

Beralih ke bagian belakang, di sana Anda akan menemukan sebuah modul kamera berukuran 5 megapiksel yang dihimpit oleh lampu flash di samping kiri dan lubang speaker di samping kanannya. 

Saat disentuh, permukaan back cover Samsung Z2 memiliki tekstur yang sedikit kasar supaya tidak licin saat digenggam. Selain itu, dalam paket penjualannya, Samsung turut pula menyertakan sebuah back cover tambahan bermotif mega mendung agar lebih terasa nuansa Indonesia.

                                    Samping kiri Samsung Z2/Moch. Prima Fauzi

Tak lupa pula dibagian depannya, terdapat sebuah modul kamera VGA untuk selfie di bagian atas dan tiga buah tombol capacitive di bagian bawahnya.

Sementara menengok ke bagian jeroannya, Samsung Z2 memiliki prosesor Spreadtrum quad-core berkecepatan 1.5 GHz dengan kolaborasi bersama RAM seluas 1 GB. Untuk penyimpanan internalnya, Samsung telah memberikan ruang berkapasitas 8 GB.

Selain penunjang performa, di bagian konektivitas Samsung telah memberikan dukungan untuk menggunakan dual SIM Card dan memiliki koneksi 4G. Selain itu pengguna juga bisa menghemat pemakaian data berkat fitur Ultra Data Saving yang disematkan pada Samsung Z2.

Smartphone dengan OS Tizen Pertama di Indonesia

Tampilan OS Tizen/Moch. Prima Fauzi

Seperti yang telah dibilang sebelumnya, bahwa Samsung Z2 menggunakan OS Tizen yang tidak lain adalah platform buatan Samsung sendiri. OS tersebut masih berdasarkan sistem operasi Linux yang bersifat open source.

Berbeda dari sistem operasi Android, Samsung mengklaim OS bikinannya tersebut memiliki keunggulan pada segi antarmuka yang ringan, memiliki konektivitas satu sama lain dengan perangkat lainnya dan juga memiliki sistem open source.

Saat pertama kali melihat, memang tampilan dari OS Tizen tersebut tampak sederhana dengan absennya appdrawer yang biasa ditemukan pada smartphone Samsung bersistem operasi Android. Meski begitu, sebagai pemain baru ketersediaan aplikasi di sistem operasi Tizen masih tergolong sedikit.

Untuk menyiasatinya, Samsung telah menyediakan aplikasi yang umum digunakan oleh konsumen seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, dan Messenger yang langsung terpasang secara pre-loaded saat pembelian.

Selain itu, demi memperluas dukungan aplikasi terhadap OS Tizen, Samsung juga melancarkan program kompetisi Indonesia Next App 3.0 untuk memberikan kesempatan bagi startup lokal dalam berinovasi membuat aplikasi berbasis Tizen.

Samsung meyakini OS-nya tersebut bakal menjadi bagian dari masa depan perangkat teknologi yang menonjolkan segi konektivitas antar perangkat.

"Kami yakin bahwa Tizen adalah bagian dari masa depan perangkat teknologi, di mana konektivitas antar perangkat akan menjadi kebutuhan bagi para pengguna teknologi," ungkap Presiden Samsung Electronics Indonesia Jaehoon Kwon saat acara peluncuran.

Harga Samsung Z2 dan Promo Bundling

Di Indonesia, Samsung Z2 dibanderol seharga Rp899.000 dan akan dijual bersamaan paket bundling Smartfren. Dengan melakukan isi ulang minimal Rp20.000 sebelum 7 hari aktivasi, pengguna akan mendapatkan bonus kuota dua kali lipat yang berlaku hingga 12 bulan.

Adapun rincian lainnya yang bisa dinikmati oleh pengguna paket bundling ialah bonus kuota 300 MB, nelfon ke sesama 500 menit, nelfon ke semua 5 menit, dan SMS sebanyak 20 pesan yang berlaku selama 7 hari.

    Daftar paket bundling Smartfren dengan Samsung Z2/Moch. Prima Fauzi

Monday, October 17, 2016

4:42 PM

Salesforce Urungkan Akuisisi, Bagaimana Nasib Twitter?

Salesforce Urungkan Akuisisi, Bagaimana Nasib Twitter?

Wacana akusisi Twitter yang belakangan ini beredar, tampaknya tak akan terealisasi. Salah satu calon pembeli terakhir yakni Salesforce, telah mengonfirmasi bahwa pihaknya mengurungkan minat dalam pemburuan Twitter. Hal itu diungkap oleh CEO Salesforce sendiri yakni Marc Benioff.

“Dalam hal ini kami (memilih) melangkah pergi. Twitter tidak benar-benar cocok untuk kami,” ungkap Benioff dalam halaman Tech Crunch.

Padahal sebelumnya, Benioff mengatakan bahwa dia melihat segalanya di Twitter. Selain itu dia juga mengibaratkan media sosial tersebut sebagai perhiasan yang tak pernah digosok. Pernyataan Beniof tersebut membuat adanya spekulasi bahwa Salesforce berminat untuk mengakuisisi Twitter.

Selain Salesforce, perusahaan lain yang juga dikabarkan sempat memiliki minat untuk mengakuisisi Twitter ialah Google dan Walt Disney. Namun setelah beberapa lama kabar tersebut beredar, seorang sumber mengatakan bahwa kedua perusahaan tersebut mengurungkan niat untuk mengakusisi Twitter.

Dengan mundurnya Google dan Walt Disney, ini berarti hanya Salesforce yang diketahui memiliki minat terhadap akuisisi Twitter saat itu. Tetapi setelah adanya pernyataan dari Marc Benioff baru-baru ini, nasib Twitter masih belum jelas.

Nasib Twitter

Setelah adanya kabar akan diakuisisi, pihak Twitter sepertinya masih berfikir-fikir. Diketahui bahwa, wacana akuisisi itu muncul dari pernyataan Co-Founder Twitter Evan Williams yang mempertimbangkan untuk diakusisi oleh perusahaan lain. 

Berdasarkan laporan Bloomberg, dalam wacana akuisisi tersebut CEO Twitter Jack Dorsey memiliki sikap sendiri. Sebagai pendiri sekaligus bos Twitter, Dorsey enggan untuk menjual Twitter dan bersikukuh menjadikan media sosial tersebut sebagai perusahaan independen.

Sedangkan Evan Williams dan Chief Financial Officer Twitter Anthony Noto menginginkan Twitter diakuisisi oleh perusahaan lain. Noto menganggap Dorsey telah menjalankan kepimimpinannya secara pasif. Selain itu Noto juga menganggap bahwa kekuatan Dorsey sebagai pemimpin perusahaan telah berkurang.

Dari halaman Business Insider, Twitter akan menentukan nasibnya pada 27 Oktober 2016. dalam beberapa hari ke depan perusahaan akan memutuskan apakah bersedia dipinang oleh perusahaan lain ataupun memilih berdiri sebagai perusahaan independen sesuai dengan keinginan dari sang pendiri. Tetapi sejak Google dan Walt Disney mengundurkan dari perburuan, Twitter masih memiliki strategi lain seandainya tak ada perusahaan yang mau mengakuisisinya.

Strategi Twitter

Dengan mundurnya Salesforce, otomatis saat ini tak ada lagi perusahaan yang berminat membeli Twitter. Oleh karena itu, Twitter menerapkan strategi lain dengan meningkatkan sistem layanan video streaming miliknya. Dua layanan video streaming milik Twitter yang baru-baru ini memiliki update ialah Periscope dan Vine.

Di Periscope, Twitter merilis Periscope Producer yang bertujuan untuk menggaet para videografer andalan dengan menghadirkan live video berkualitas tinggi. Selain itu pengguna juga bisa menggunakan kamera eksternal seperti headset VR, DSLR, dan juga webcam.

Sementara di layanan video Vine, Twitter memberikan fitur baru berupa pencampuran suara (remix) dari video lain. Selain itu penggunanya juga bisa memberikan caption, dan mengedit video yang akan diunggah.

Langkah terbaru Twitter itu memberikan amunisi baru bagi perusahaan dari persaingan dengan media sosial lainnya seperti Facebook, Snapchat, dan Instagram saat ini.